Patung

Patung
Patung Garuda Wisnu Kencana

Kamis, 16 Maret 2023

Eksistensi Agama Lokal di Indonesia

Eksistensi Agama Lokal di Indonesia: Sejarah pengertian dan macam macam Agama lokal 


Halo sobat swara pedia kenalin saya Imas Nurmalasari  dengan NIM 1211020029 dari jurusan Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin di UIN Sunan gunung Djati ini merupakan tulisan pertama saya di mata kuliah Studi Agama Lokal yang harus dishare di blogspot:)


Artikel ini akan membahas mengenai eksistensi agama Islam di Indonesia , Yukk simak pemaparannya:)


Eksistensi agama lokal meskipun mengalami diskriminasi tetaplah berkembang dan banyak diminati. Klaim kebenaran yang kerap kali disuarakan oleh agama formal seperti Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu tidak membuat penganut agama lokal takut apalagi pindah kepercayaan. Meskipun di era yang sudah serba modern ini agama lokal tetap bertahan dan berkembang seiring kemajuan zaman.

Lalu apa sih agama lokal itu sendiri?

Apa itu Agama Lokal?

Agama lokal merupakan istilah yang disematkan terhadap sistem kepercayaan asli Nusantara, yaitu agama tradisional yang telah ada jauh sebelum kedatangan agama-agama besar yang sekarang menjadi agama resmi negara, seperti, Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Protestan, dan Konghucu.

Studi agama lokal bisa juga disebut indigenous religious, ethnic religious ataupun religious origins, tetapi yang paling sering kita dengar yaitu religious origins. 


Macam-macam Agama Lokal

Agama-agama leluhur atau lokal yang masih hidup di Indonesia antara lain :

1. Parmalim di Sumatra Utara, 

2. Kaharingan di Kalimantan, 

3. Sunda Wiwitan di Jawa Barat, 

4. Jawa Kawitan di Jawa Tengah, 

5. Tonaas Walian di Sulawesi Utara, 

6. Tolotang di Sulawesi Selatan, 

7. Marapu dan Boti di Nusa Tenggara, 

8. Naurus di Pulau Seram Maluku dan lainnya


Beberapa dari agama asli masih hidup baik yang murni maupun telah gabungan (sinkretis) dengan agama asing, seperti agama Hindu Bali, Kejawen serta Masade (Islam Tua). 


Keagamaan lokal juga meliputi sejumlah aliran atau organisasi kepercayaan baru (gerakan spiritual). Namun, gagasan universal aliran kepercayaan di Indonesia sebagai sumber dari Tuhan YME dan hubungan pribadi dengan Dia tidak menyiratkan mengikuti wajib kepada adat agamawi etnis.


Sampai saat ini , tak satu pun agama-agama asli Nusantara yang diakui di Indonesia selaku agama, hanya sebagai aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sekaligus sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia tertanggal 7 November 2017 dengan No. 97/PUU-XIV/2016, para penghayat kepercayaan dapat mencantumkan nama “penghayat kepercayaan” dalam dokumen kependudukan mereka dan memiliki hak yang sama-sama seperti para penganut enam agama.


Untuk melegalkan status mereka, beberapa agama lokal (Aluk Todolo, Kaharingan, Pemena, dan Tolotang) pada tahun 1970-an dan 80-an berada di bawah naungan agama resmi Hindu sebagai aliran-alirannya 


Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) adalah wadah tunggal sebagai payung bagi kumpulan-kumpulan kepercayaan.


Demikianlah pemaparan singkat mengenai Agama Lokal yang ada di Indonesia


Oke, mari kita tutup artikel ini dengan quote menarik dari Robert Alan,


"Cultural differences should not separate us from each other, but rather cultural diversity brings a collective strength that can benefit all of humanity."


See you in the next post👋















Tidak ada komentar:

Posting Komentar