Patung

Patung
Patung Garuda Wisnu Kencana

Rabu, 12 Februari 2020

TUGAS 4


STORY OF MY LIFE
(kisah Hidup Olivar)

Gambar 0.1
Cover By Story Of My Life
Terpuruk itulah yang dirasakan oleh seorang gadis bernama Olivar Medina. Dia merutuki nasibnya yang malang sebab dia tidak beruntung seperti teman temannya yang lain. Dia tidak beruntung karena dia merasa ada yang hilang dalam dirinya entah apa yang ia pikirkan tapi yang jelas terbesit tanda tanya besar dalam hatinya. Apa yang dia rasakan, mengapa dia seperti ini, itu yang terus membuatnya terbelenggu dalam kebingungannya.

Disekolah
            Olivar Medina atau yang kerap dipanggil Oliv itu merupakan salah satu siswi dari SMAN 5 GARUDA yang berprestasi dan populer sebagai Most Wanted Girl di sekolahnya. Banyak yang mengaguminya terutama para guru dan siswa, karena bukan hanya pintar dia juga tipikal orang yang supel, cantik, ramah dan periang. Namun, siapa sangka di balik sikapnya yang riang itu  terdapat rahasia dan tanda tanya besar.

Gambar 0.2
Nadine Lustre cast
Olivar Medina
 “liv...”sapa temannya Tifanny sambil melambai lambaikan tangannya di depan wajah olivar.
 “Oliv..”Tifanny kembali memanggil , namun tetap saja oliv  tidak menggubrisnya
 “OLIVAR...” teriak Tifanny Oliv yang tadinya masih melamun dalam sekejap langsung terduduk diam terpaku.
 “ehh...kamu Fan ada apa teriak teriak pengang nih kuping aku” tanya olivar dengan wajah tanpa dosanya.
 “pengang-pengang pale kamu peyang aku dah teriak dari tadi manggil manggil tapi kamu nya aja yang ngelamun” ketus tifanny
 “lagi ngelamun in apa kamu liv”
“gak papa kok fan” dengan nada yang lirih olivar menjawab
“kamu cerita sama aku var” tifanny menawarkan diri.
 “gak kok fan” tolak olivar
 “oke var kalo kamu belum siap cerita, gak papa kok” Tifanny mengalah.

Teettt......teettt.....
            Bel tanda pulang pun sudah berbunyi semua para siswa dan siswi berhamburan keluar dari kelasnya masing masing untuk pulang. Olivar dan Tifanny pun langsung keluar dari kelasnya dan berjalan menuju gerbang. Hanya ada keheningan di sepanjang perjalanan tiadak ada yang membuka topik pembicaraan  dan mereka sudah sampai di rumah tifanny. Tifanny menawarkan masuk tapi olivar menolaknya dan pamit kepada Tifany.

Gambar 0.3
Alrisa Maprang cast Tifanny
Depan Rumah Olivar
            Oliv pun sudah sampai di depan rumahnya
 “assalamualaikum” salam olivar sambil masuk kerumahnya
“waalaikumsalam” respon mamanya olivar
Olivar pun langsung menghampiri mamanya yang sedang berada di dapur seraya mencium punggung tangan mamanya itu.
“iya mah baru aja pulang” jawab olivar
“mah ke kamar dulu ya” seraya berlalu meninggalkan mamanya citra yang sedang berada di dapur itu
Sesampainya di kamar Olivar langsung merebahkan tubuhnya dikasur yang berukuran Queen Size itu sambil menatap langit langit kamarnya, lalu ia berkata
“Apa yang harus oliv lakukan?” tanya kepada dirinya sendiri
 “oliv ingin sekali rasanya bisa merasakan lagi kasih sayang dari seorang ayah?” lanjut oliv “apakah oliv bisa seperti itu?” oliv merutuki dan merenungi nasibnya yang tidak mempunyai ayah setelah ayahnya pergi meninggalkan ibunya saat oliv masih berusia 8 tahun.

  Flashback
            Saat itu seorang anak kecil yang berusia 8 tahun yang tidak seharusnya melihat dan mendengar kejadian itu malah sebaliknya melihatnya
“Aku sudah muak denganmu!”kata seseorang yang terlihat marah
“maksudmu apa?” tanya wanita itu
“kau masih bertanya, apa kau tidak mendengarnya” ucap pria iyu sambil mencengkram bahu wanita itu
“aku ingin kita bercerai saja” lanjut pria itu
Tiba tiba sekelebat memori tentang kejadian itu muncul dipikirannya dan oliv pun tidak sadar bahwa sedari tadi pintu kamarnya diketuk oleh sang mamanya
“liv kamu sedang apa didalam?” tanya mamanya oliv “ayo kita makan malam dulu” lanjut citra

“iya mah” jawab oliv seraya keluar dari kamarnya menuju meja makan .


 Keesokan paginya
          
  Seperti biasanya oliv sudah siap dan rapih dengan seragamnya untuk berangkat ke sekolah
“liv..., nak sarapan dulu sebelum berangkat sekolahnya” teriak mamanya oliv
“iya mah sebentar” jawab oliv
Oliv pun sudah keluar dari kamarnya dan turun menuju meja makan untuk sarapan sebelum berangkat sekolah.
 Setelah selesai sarapan akhirnya ia berangkat sekolah.

Sesampainya di sekolah olivar pun langsung memasuki kelasnya dan terlihatlah sahabatnya yang sedang duduk di sebelah kursinya sambil menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan
"apa sih fan kamu liat aku macam singa yang kelaparan?" tanya oliv kepada tifannya
"nggak kok var gak papa" jawab Tifanny
"apa sih gak jelas banget sih fan" kata olivar dengan kekehannya

Setelah pembicaraan itu tiba tiba oliv ingat dengan apa yang ditanyakan tifanny kepadanya tempo hari oliv pun sebenarnya ingin mengatakan dan memberitahu tifanny tentang kehidupannya tapi oliv masih belum siap untuk memberitahunya karena oliv merasa malu dan masih sangat sedih tentang kejadian yang menimpanya itu.
“kenapa liv kamu melamun?” tanya tifanny kepada oliv yang tiba tiba membuyarkan semua lamunannya
“gak papa kok fan” jawab oliv kepada tifanny
Tifanny pun hanya menghela nafasnya karena sangat sedih melihat sahabatnya itu.
“maafkan aku fan” ucap oliv di dalam hatinya.

Bersambung
Belum sampai ending J











.


5 komentar:

  1. Terkadang kita harus seperti olivar ya tidak suka mengumbar-ngumbar

    BalasHapus
  2. waw cerita sangat bagus saya suka sekali:)

    BalasHapus
  3. Ceritanya sangat bagus dan menarik saya sangat suka sekali

    BalasHapus
  4. Ceritanya menarik dan masih banyak yang harus diperbaiki lagi terutama dalam pemilihan kosa katanya

    Semangat imas

    BalasHapus
  5. Ceritanya menarik namun ada beberapa kata yang kurang baku

    BalasHapus